Buku ini lahir dari perjalanan panjang, dari kegelisahan yang tidak bisa lagi didiamkan, dan dari keyakinan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak bukanlah persoalan yang bisa diselesaikan diruang-ruang privat semata.
Sejak awal kita menyaksikan secara langsung bagaimana perempuan datang dengan luka-bukan hanya luka fisik, tetapi luka batin yang dalam, yang sering kali dipendam dalam diam. Banyak dari mereka tidak memiliki ruang untuk bercerita, tidak tahu harus ke mana mencari bantuan, dan bahkan tidak menyadari bahwa apa yang mereka alami adalah bentuk kekerasan. Dari situlah kita memahami bahwa persoalan ini bukan lagi isu domestik, melainkan persoalan sosial yang harus dilihat, diakui, dan ditangani secara serius oleh semua pihak.
Kami menyadari bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak meninggalkan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, bahkan masa depan generasi. Oleh karena itu, kehadiran Cahaya Perempuan Bengkulu diharapkan menjadi wadah bagi perempuan untuk bangkit, memperoleh pendampingan, serta menemukan kembali keberdayaan dirinya.
Perjalanan ini tentu tidak mudah. Banyak tantangan yang kami hadapi dari stigma masyarakat, keterbatasan sistem, hingga minimnya dukungan pada masa-masa awal. Namun, setiap langkah kecil yang diambil bersama para penyintas, para pendamping, dan seluruh jejaring, menjadi bukti bahwa perubahan itu mungkin terjadi.
Buku ini menjadi bagian dari upaya untuk merekam perjalanan tersebut bukan hanya sebagai catatan sejarah, tetapi sebagai pengingat bahwa perjuangan melawan kekerasan tidak pernah selesai. Ia membutuhkan keberanian untuk bersuara, keberpihakan yang konsisten, dan kerja bersama yang berkelanjutan.







